Menalar Puisi: Episode 3
Di episode kali ini, kita kembali lagi ke menalar puisi bagian 3. Puisi ini ditulis dengan POV seorang prajurit yang kehilangan rekan seperjuangannya di medan perang. Tapi apakah puisi ini benar benar ditulis oleh seorang prajurit yang kehilangan rekannya? Atau bisa jadi puisi ini merupakan sebuah doa keiklasan dari seorang kekasih lama dari objek yang dituju. Mari kita telisik dulu puisinya YANG HILANG DALAM LEGENDA Malam ini, api unggun tak sehangat biasanya Anggur yang kuteguk pun terasa bak debu Maka 'kan kuukir namamu di pelindung dadaku Agar saat arunika menyibak kelambu Ia tahu bahwa disini pernah ada seorang sahabat Yang bertarung, lalu hilang dalam legenda Maka doaku, pergilah Pergilah tanpa beban pun gentar Jangan menoleh! Kan kuingat kau bak sumpah seorang prajurit Bukan sebagai kehilangan, Tapi sebagai kehormatan yang abadi di antara kami @Fi17104 #puisi #poem #poetry Kalau kita telaah secara seksama, p...